Sabtu, 03 Desember 2016

Dengan dilaksanakannya Angkat Sumpah Profesi, Perawat Haruslah Profesional dan Bertanggung Jawab

Dengan Angkat Sumpah Profesi, Perawat Haruslah Profesional


[stapbaak , 03/12/2016] Guna menjadi seorang perawat profesional dan benar-benar mengabdi kepada masyarakat, sebanyak 39 lulusan Program Profesi Ners STIKes Aisyah Pringsewu mengucapkan sumpah profesi dalam Sidang Angkat Sumpah Perawat Program Studi Profesi Ners Angkatan II Tahun Ajaran 2015/2016.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Aula Kampus STIKes Aisyah Pringsewu, Jln. A. Yani No. 1A Tambahrejo Gadingrejo, Sabtu (26/11) ini dipimpin langsung oleh Perwakilan PPNI Propinsi Lampung, Gustof. Ia mengungkapkan, pengambilan sumpah ini merupakan tahap akhir dari perjuangan para lulusan sebagai perawat yang telah mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Oleh karena itu, sumpah tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab lulusan sebagai seorang perawat.

Menurut ketua Program Studi Profesi Ners, Feri Kameliawati, S.Kep.,Ners.,M.Kep., pengambilan sumpah ini bertujuan untuk mengembankan tanggung jawab profesi perawat kepada para lulusan agar ketika dihadapkan langsung ke masyarakat, para lulusan dapat menjadi perawat yang bertanggung jawab.

“Setiap mereka yang lulus dari jenjang profesi, sebelum masuk ke lapangan mereka harus diambil dulu sumpahnya sebagai perawat. Agar, pada saat turun ke lapangan, mereka pun betul-betul memiliki komitmen bahwa mereka ingin menjadi perawat profesional yang betul-betul bertanggung jawab terhadap dirinya, profesinya, maupun terhadap Tuhannya masing-masing,” ujar Feri Kameliawati saat ditemui sebelum pelaksanaan kegiatan.

Sebelum pengambilan sumpah profesi perawat, untuk jenjang Sarjana sendiri ada pengambilan sumpah sebagai mahasiswa praktik keperawatan. Sumpah tersebut merupakan tolok ukur bagi pengambilan sumpah profesi perawat saat mereka melanjutkan ke program profesi, dimana mereka diambil janjinya sebagai mahasiswa praktik yang bisa memberikan pelayanan kepada pasien dan menghormati guru-guru yang ada, baik yang ada di lapangan maupun di akademik.

“Untuk yang sekarang, diadakannya terpisah dengan acara wisuda karena ada sesuatu hal yang tidak memungkinkannya dilaksanakan bersamaan dengan wisuda. Untuk Alumni Ners angkatan pertama, pelaksanaan angkat sumpahnya dibarengkan dengan wisuda,” tambah Feri Kameliawati.

Selanjutnya, perawat pun akan langsung terjun ke lapangan. Menurut Feri Kameliawati, masih banyak instansi-instansi atau daerah-daerah yang masih membutuhkan tenaga perawat. Oleh karena itu, STIKes Aisyah Pringsewu sendiri telah melakukan banyak kerja sama dengan pemerintah dan instansi. Saat ini pun, perawat di Indonesia tengah memperjuangkan hak perlindungan terhadap perawat melalui Rancangan Undang-undang Keperawatan yang nantinya diharapkan akan melindungi profesi keperawatan di dalam melaksanakan tugasnya.

Feri Kameliawati sendiri berharap agar perawat lulusan STIKes Aisyah Pringsewu ini dapat menjadi perawat yang profesional, yang bukan saja memiliki pengetahuan yang baik, juga memiliki keterampilan yang baik. “Selain itu, perawat pun ditekankan harus memiliki sikap dan perilaku yang baik, karena sekarang perawat itu benar-benar dihadapkan dengan masyarakat. Tujuannya pun betul-betul ingin melayani pasien dengan baik dan ingin meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” harap Feri Kameliawati.*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar